Hampir dua tahun. Bukan perjalanan singkat, waktu yang padat, kebersamaan yang erat, cerita beribu bahagia dan derita. Terlalu banyak kenangan yang berhasil tercipta, begitu banyak mimpi yang telah terikrar. Lalu, apakah adil bila semua itu selesai begitu saja? Patah hati paling menyakitkan adalah kehilangan satu persatu sahabat. Mari kukenalkan dengan sahabat hebat dalam hidupku. I have three best friends, and they are perfect. Kami pernah berharap tidak akan memiliki masalah yang besar, namun seiring waktu berlalu, kami justru mendapat masalah yang begitu curam dan semakin rumit. Berkali-kali, seakan sudah menjadi hal wajib dalam hubungan kami. Hanya saja kami tidak semudah itu untuk hancur dan dihancurkan. Kami memang pernah hampir menyerah dengan keadaan ketika dilanda masalah. Tapi, Tuhan memberi kita jalan. Mimpi, tekad, kebersamaan kami lebih berharga dari apapun. Maka, keputusan terbaik bukanlah saling meninggalkan. --- adakala kita saling meninggalkan zona nyaman ...