Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Kepadanya yang Telah Berlalu

Dunia saya tidak seindah yang kalian kira. Dunia saya tidak selalu baik-baik saja. Begitu banyak kebenaran yang hampir tidak saya percayai ketika saya mulai beranjak dewasa. Orang-orang berlalu-lalang, datang lalu pergi, lalu hadir yang lain lagi. Untuk memberi pelajaran, kenangan, dan arti bahwa tidak semua yang datang terus-menerus menetap. Saya bukannya senang membahas masa lalu, tapi saya tidak pernah bisa memendam sendirian. Kawan, kali ini saya akan tetap menceritakan tentang kisah lama yang sebenarnya dipaksa usai. Bagaimana rasanya ketika dari awal, bahkan sebelum memulai kisah hingga akhirnya berakhir, perasaan tulusmu selalu diragukan? Tidak baik-baik saja pastinya. Itu yang selalu saya rasakan, hampir setiap malam saya memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak lagi saya pikirkan, bahkan sampai sekarang. Iya, saya memang meninggalkan, tapi percayalah itu tidak mudah. Yang terlihat mudah, sebenarnya tidak semudah itu, bukan? Tapi, saya lelah tidak dipercaya. Kawan, jika...

Kisah yang Telah Usai

Dengan membaca ini, membaca tulisan-tulisan saya. Maka, kalian akan mengetahui sebagian kecil dari dunia saya. Kalau kalian pernah membaca cerita saya yang berjudul "Altair & Alyra", saya tidak bisa mengelak bahwa cerita itu terinspirasi dari dunia saya sendiri. Awalnya, cerita itu saya buat untuk menyuarakan hati saya, mewujudkan mimpi-mimpi saya melalui tulisan, mewakili perasaan ikhlas saya kepadanya yang memang perasaan saya tidak akan bisa dia balas. Dan waktu itu, saya berniat, ketika cerita itu telas selesai saya tulis. Maka, akan saya akhiri perasaan saya padanya. Namun, takdir siapa yang mengerti? Bisa saja sekarang kalian mengatakan tidak untuk suatu hal, lalu entah kapan, bukan tidak mungkin jika hal yang kalian benci menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Misalnya saya, perasaan itu telah usai cukup lama, bahkan sebelum cerita yang saya tulis itu berakhir. Cerita yang murni dari khayalan saya dan beberapa tokohnya yang memang benar ada dalam nyata. Cerit...

Seorang Perempuan dan Perasaannya

Pada akhirnya, manusia dipertemukan untuk kembali dipisahkan. Kembali diajarkan untuk mengikhlaskan. Menghilangkan segala hal yang pernah terjadi, dan melupakan? Saya rasa yang satu itu tidak perlu. Karena menurut saya, melupakan hanyalah angan yang tidak pernah menjadi kenyataan. Mereka yang pernah bersama, tidak akan lagi melakukan sesuatu yang selama ini sudah menjadi kebiasaan, perlu menempuh perjalanan panjang, berkali-kali mencoba bangkit ketika terjatuh. Masing-masing dari mereka yang dipisahkan, hanya perlu saling mengikhlaskan, yang pada dasarnya membuat diri lebih tenang daripada melupakan. Rasanya memang hampir putus asa waktu itu. Saya tahu bagaimana rasanya, karena perpisahan kerap terjadi di hidup saya. Semua usaha yang saya lakukan dari nol, tidak memiliki hasil apa-apa, tapi tidak terasa sia-sia. Apalagi merasa menyesal, hanya saja saya menyayangkan. Kenapa akhir cerita tidak pernah ada yang bahagia? Hingga pada akhirnya, saya terbangun di suatu pagi. Di suatu desa ...