Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Teman Baik

Beberapa orang datang dalam hidupmu, memberikan suatu pelajaran lalu selanjutnya pergi. Dan kejadian seperti ini akan terus berulang sampai akhir hidup. Bagaimana sikapmu kepada mereka pun memang terserahmu, tapi mereka juga bisa memperlakukanmu terserah mereka. Tidak semua teman memang bisa dianggap teman. Yang menjadikanmu seakan yang terbaik pun ternyata diam-diam ingin menjatuhkan hingga dasar. Bukannya bermaksud buruk, tapi kejadian seperti ini sering terjadi. Teman yang  dibanggakan pun terkadang juga memendam hal buruk kepada dirimu. Tapi, tidak semua teman seperti itu. Siapapun yang ingin berteman dengan saya, saya menerima. Namun, tidak semua orang di hidup saya menjadi tempat nyaman saya bercerita. Entah kenapa, terkadang susah sekali untuk bercerita kepada orang tertentu. Terkadang ingin, tapi tidak bisa. Memang rumit. Dan...saya memiliki seseorang yang memang berharga untuk saya, bersyukur bisa dipertemukan olehnya. Seseorang itu memang tidak selal...

Ini Tentang Apa?

Tidak ada orang di dunia ini yang benar-benar bisa hidup tanpa teman. Saya pun terkadang berfikir, bagaimana ya ketika saya memilih waktu sendiri dalam jangka lama. Sepertinya terlihat mustahil, tapi entah mengapa, saya merasa suatu saat, entah berapa tahun lagi. Saya akan merasakan hidup dengan menghabiskan banyak waktu sendiri. Waktu kecil, saya sering menghabiskan waktu di dalam rumah. Begitu suka sekali membuat khayalan, lalu ketika malam selalu menulis apa yang saya rasakan di hari itu. Tapi, bukan berarti tidak memiliki teman. Dulu, saya lebih banyak memiliki waktu untuk keluarga daripada teman sebaya. Iya, kawan, dunia kecil saya begitu banyak kasih sayang, pun sekarang. Ketika itu, sejak masih awal masuk sekolah, teman dekat saya hanya dua, itupun laki-laki semua. Hingga saya memasuki tingkat sekolah yang lebih tinggi, saya merasa takut memiliki teman. Bahkan, dulu pernah berdoa kepada Tuhan agar punya teman yang bukan manusia, hanya karena saya membayangkan sulitnya menca...

Kamu Tanpaku

maaf, telah membuat semua berantakan juga menghancurkan harapan bahkan menghilangkan tujuan terima kasih, telah mengajari apa itu bertahan membuatku merasakan indahnya kerinduan dan menjadikanku bagian dari perjalanan Segala tentangmu, masih tersimpan rapi dalam hati. Perasaanmu, adalah hal terindah yang pernah saya miliki. Kamu pernah menjadi alasan saya untuk tidak pernah bersedih, menahan rasa kecewa agar kita tetap baik-baik saja. Kamu pernah menjadi tempat nyaman ketika saya menumpahkan cerita yang menikam dada. Tanpa kamu mengatakan apa-apa, saya sudah merasa lega. Tapi, ketika kamu tanpa sengaja melukai. Saya tidak pernah mampu menangis dihadapanmu. Yang saya lakukan hanyalah menahan nafas dan mencoba tetap tenang. Menyesakkan, memang. Dan ketika akhirnya saya menyuarakan tangis, pada akhirnya pun saya mencapai titik lelah menahan jutaan airmata, yang memaksa tumpah. Saya mengira kamu sudah mengerti, tidak pernah ada kekasih yang tega menyalahkan pasangannya di de...