Langsung ke konten utama

Past

Sebenarnya tulisan ini sudah saya buat sejak lama, sekitar tahun kemarin tepatnya. Namun, tidak sempat disuarakan sebab beberapa hal. Jadi apa yang tertulis disini sekarang bukan keadaan saya saat ini. Selamat membaca.

***
Kisah yang telah diakhiri, terkadang hati semakin tak bisa dikendalikan. Semakin cinta, maka akan memperparah luka.

Bila kau bertanya, jika bertahan itu menyakitkan, apakah melepaskan itu menyenangkan? Tidak ada yang membahagiakan dari keduanya. Jika saja dengan bertahan tak mampu membuatmu bahagia, tak lagi membuatmu nyaman, maka melepaskan adalah jalan satu-satunya. Bukan kejam, namun bertahan karena terpaksa juga tak mampu membuat nyamanmu kembali ada. Jika melepaskan mampu membuatmu menemukan bahagia, maka lakukanlah.

Beberapa orang memilih untuk melepaskan bukan karena tidak cinta. Namun, mereka yang lebih faham perasaan mereka, perasaan yang tidak bisa dipaksa terus diminta memahami, mereka mengerti kisahnya tidak akan bertahan lama.

Bahkan yang kau cintai sebesar purnama bahkan seluas jagat raya pun tidak mampu kau cegah kepergiannya.

Suatu ketika, ketika kau mempunyai pasangan, hingga akhirnya pasanganmu berubah. Tidak lagi sama, namun dia masih menetap disampingmu. Itu bukan karena dia terpaksa mencintaimu, tapi karena kau enggan melepaskannya dari hidupmu. Itu juga sebab perasaannya masih ingin terisi olehmu, hingga kau lupa bahwa ia juga ingin kau sadari hadirnya.

---
Apapun yang terjadi dalam kehidupan, sebuah keputusan adalah langkah berani mengambil pilihan. Dan saya ikhlas, itu adalah pilihan yang sedang saya jalani saat ini. Berdiam diri ditempat yang tidak mampu membawa perubahan selain mendatangkan rindu dan luka, tidak akan membuat saya menyembuhkan yang patah. Segala yang menyakitkan tak akan mudah luruh ketika kita tak mau membuatnya sembuh.

Kau pernah menjadi bagian pusat semesta saya. Dan yang pernah ada kini telah tiada. Saya memilih pilihan ini, karena saya tak mau semakin cinta dan memperparah luka.

Tuhan tidak menyuruh saya kembali sebab Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita, Tuhan tahu saya tidak baik untukmu atau mungkin Tuhan akan menghadirkan yang lebih baik untukmu. Namun, jangan lagi berharap mengulang kisah yang sama lagi. Kau harus percaya, tanpa saya kau akan menjadi lebih berani, lebih baik lagi. Bila saja doa dan harapanmu tidak terkabul. Itu bukan karena Tuhan tidak adil, tapi Tuhan punya sesuatu yang lebih baik daripada yang kau doakan waktu itu.

Dan pada nyatanya, saya tidak setangguh itu, tidak setangguh yang kau bayangkan, Kekasih--Maaf, seharusnya kata Kekasih tidak lagi ada diantara kita--Saya memang kalah, namun saya tidak pernah menyerah. Saya menerima keadaan, bukan menyesali atau bahkan membencinya. Itu bukan saya.

Saya sedang mencoba merubah kata mencintai menjadi pernah mencintaimu. Saya mengerti itu sulit, namun apa salahnya mencoba? Gagal sekali bukan berarti yang kedua kali akan memiliki hasil yang sama, saya juga tidak ingin terburu-buru untuk merubahnya. Saya lakukan perlahan, tidak tergesa, menikmati sakitnya perjalanan. Itu saya.

Bila kau bertanya mengapa tidak segera memulai kisah baru? Saya pernah mencoba, namun saya lebih dulu tersakiti. Saya tidak pernah mencari pelampiasan. Waktu itu yang ada dalam pikiran saya, saya tidak mungkin terus terpuruk tanpa berniat bangkit. Mungkin dengan memulai kisah, bisa mengembalikan fungsi hati saya seperti semula. Namun, nyatanya waktu itu saya gagal. Saya semakin tersakiti dan menyakiti orang lain. Jadi, apa salahnya seseorang memilih untuk sendiri yang mungkin membutuhkan waktu lama?

pada awan mendung yang menahan rintiknya
luka membawaku tenggelam bersama keengganan

panah kekecewaan semakin menusuk dalam ulu hati
aku hanya tak mengerti, kenapa ini begitu sudah difahami

rasa tetap susah pudar
dan harapan terus memancar
menawarkan sampul keindahan
yang berisi kekecewaan

namun, segala yang menyakitkan
tak akan membuatku mencegah memilih pilihan

Saya tidak ingin memulai kisah tanpa lebih dulu menyelesaikan yang lama; perasaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Do'a, Kita, dan Alam Raya

Tidak mampu kupercayai lebih dalam lagi, karena ini sudah cukup membuatku memahami. Perasaan ini tumbuh melebihi perkiraan awal yang kukira. Semakin tumbuh lebih, setiap harinya, setiap detik yang kulewatkan bersamanya, setiap bahagia yang tercipta, setiap mata dan senyumnya yang memantul dalam ingatan, setiap rasa sakit yang ada, setiap ingatan yang memenuhi pikiran bahkan alam bawah sadar. Semua itu menjadikan perasaanku yang kini tidak lagi memiliki kapasitas, tidak terbatas. Hingga lebihnya perasaan itu, tidak peduli sesakit apa rasanya terkhianati, sekecewa apapun dengannya, semenyakitkan apapun ketika dia bersama seseorang yang lain dibelakangku, aku selalu mampu menerimanya kembali tanpa memperdulikan rasa sakit yang tidak akan pernah pudar. Karena, sekali lagi, perasaan itu selalu mampu mengalahkan rasa sakit. Aku takut jika suatu saat nanti, bila waktunya telah selesai, aku tidak lagi bersamanya, lalu bagaimana rindu akan tersampaikan? Dimana aku bisa menemukan seseorang seper...

Same Heart

"Forcing the foot to walk away from the end of the story." "I want to get well and stop loving, because as for as i go we just turn at this point." --- Iya, kau benar, Kekasih. Sejauh apapun kita pergi, sekuat apapun kita mencoba merela, kita selalu kembali pada titik yang sama. Padahal, masing-masing sudah ingin lepas dari perasaan. Namun, entah apa yang membuat rasa ini tertahan dalam dada. Sebenarnya, aku pun lelah. Tidakkah kau juga lelah terombang-ambing dalam perasaanmu? Seperti tidak lagi memiliki arah, seperti terjebak dalam jalan buntu namun kita tidak boleh berbalik arah. Rumit, memang. Tidak ada persoalan yang mudah jika mengenai perasaan, tidak ada hal yang instan untuk ini. Apalagi jika kenangan mulai merenggut kesadaran. Kenangan yang pernah membuatku begitu mencintai kehidupan. Sayang, hanya sebatas memori yang tidak bisa lagi dijalani kembali. Aku mengerti, Semesta memiliki maksud untuk memisahkan dua pasang manusia: pilihan yang tidak tep...

Hari Lahir

Hai, waktu begitu cepat berlalu ya. Sampai akhirnya semesta membawamu ke titik ini, titik dimana kau berhasil bertambah usia, detik yang kau pijak saat ini adalah bukti bahwa kau berhasil melewati semua perjalanan hidupmu. Kau berhasil melewati susah senangnya kehidupan, cerah peliknya perjalanan, kau hebat, kau luar biasa. Cobaan tidak membuatmu tumbang, kau selalu mampu bertahan, meskipun kau di titik diterendahmu. Aku senang, kau tidak pernah berfikir untuk benar-benar menyerah. Kau bersyukur untuk hidupmu. Kau memang tidak sempurna, begitu pula aku. Manusia diciptakan untuk memiliki kekurangan, karena itu mereka butuh untuk saling melengkapi. Terima kasih sudah ada, terima kasih sudah hadir. Terima kasih sudah mengisi duniaku, yang awalnya biasa menjadi lebih bermakna. Terima kasih telah membuatku mengerti apa arti kehidupan. Sudah menemaniku di setiap masalah dalam hidupku. Kau berharga, lebih dari yang kau tahu, aku tidak tahu bagaimana caranya agar kau mengetahui seberapa pent...