Langsung ke konten utama

Postingan

Do'a, Kita, dan Alam Raya

Tidak mampu kupercayai lebih dalam lagi, karena ini sudah cukup membuatku memahami. Perasaan ini tumbuh melebihi perkiraan awal yang kukira. Semakin tumbuh lebih, setiap harinya, setiap detik yang kulewatkan bersamanya, setiap bahagia yang tercipta, setiap mata dan senyumnya yang memantul dalam ingatan, setiap rasa sakit yang ada, setiap ingatan yang memenuhi pikiran bahkan alam bawah sadar. Semua itu menjadikan perasaanku yang kini tidak lagi memiliki kapasitas, tidak terbatas. Hingga lebihnya perasaan itu, tidak peduli sesakit apa rasanya terkhianati, sekecewa apapun dengannya, semenyakitkan apapun ketika dia bersama seseorang yang lain dibelakangku, aku selalu mampu menerimanya kembali tanpa memperdulikan rasa sakit yang tidak akan pernah pudar. Karena, sekali lagi, perasaan itu selalu mampu mengalahkan rasa sakit. Aku takut jika suatu saat nanti, bila waktunya telah selesai, aku tidak lagi bersamanya, lalu bagaimana rindu akan tersampaikan? Dimana aku bisa menemukan seseorang seper...
Postingan terbaru

Hari Lahir

Hai, waktu begitu cepat berlalu ya. Sampai akhirnya semesta membawamu ke titik ini, titik dimana kau berhasil bertambah usia, detik yang kau pijak saat ini adalah bukti bahwa kau berhasil melewati semua perjalanan hidupmu. Kau berhasil melewati susah senangnya kehidupan, cerah peliknya perjalanan, kau hebat, kau luar biasa. Cobaan tidak membuatmu tumbang, kau selalu mampu bertahan, meskipun kau di titik diterendahmu. Aku senang, kau tidak pernah berfikir untuk benar-benar menyerah. Kau bersyukur untuk hidupmu. Kau memang tidak sempurna, begitu pula aku. Manusia diciptakan untuk memiliki kekurangan, karena itu mereka butuh untuk saling melengkapi. Terima kasih sudah ada, terima kasih sudah hadir. Terima kasih sudah mengisi duniaku, yang awalnya biasa menjadi lebih bermakna. Terima kasih telah membuatku mengerti apa arti kehidupan. Sudah menemaniku di setiap masalah dalam hidupku. Kau berharga, lebih dari yang kau tahu, aku tidak tahu bagaimana caranya agar kau mengetahui seberapa pent...

Past

Sebenarnya tulisan ini sudah saya buat sejak lama, sekitar tahun kemarin tepatnya. Namun, tidak sempat disuarakan sebab beberapa hal. Jadi apa yang tertulis disini sekarang bukan keadaan saya saat ini. Selamat membaca. *** Kisah yang telah diakhiri, terkadang hati semakin tak bisa dikendalikan. Semakin cinta, maka akan memperparah luka. Bila kau bertanya, jika bertahan itu menyakitkan, apakah melepaskan itu menyenangkan? Tidak ada yang membahagiakan dari keduanya. Jika saja dengan bertahan tak mampu membuatmu bahagia, tak lagi membuatmu nyaman, maka melepaskan adalah jalan satu-satunya. Bukan kejam, namun bertahan karena terpaksa juga tak mampu membuat nyamanmu kembali ada. Jika melepaskan mampu membuatmu menemukan bahagia, maka lakukanlah. Beberapa orang memilih untuk melepaskan bukan karena tidak cinta. Namun, mereka yang lebih faham perasaan mereka, perasaan yang tidak bisa dipaksa terus diminta memahami, mereka mengerti kisahnya tidak akan bertahan lama. Bahkan yang kau ci...

Perasaan, Langkah, dan Waktu

Saya masih ingat. Ketika sebuah perasaan kembali mengisi hati setelah sekian lama hampir lapuk. Perasaan yang tercipta untuk seseorang yang menghadiahkan perasaannya untuk orang lain. Perasaan tulus ikhlas yang tak terbalas. Hampir setahun rasa tak berumah itu saya genggam sendirian, rasa yang tertuju untuk dia, nyata namun terasa semu. Seseorang yang tak datang, juga tak pergi. Hingga akhirnya, i think this is the right time . Bukan lelah atau putus asa. Tapi memang sudah waktunya untuk menyudahi, tidak ada lagi harapan baru untuk bertahan. Mencintai sendirian, rindu meradang tanpa pertemuan, luka hadir tanpa penyembuh, cukup. Sesuatu yang dibiarkan tanpa dipedulikan pun bisa rusak dan hilang, apalagi perasaan. Tidak ada yang membuat lega, yang membuat makin rumit banyak. Mungkin beberapa bahagia yang memang sempat saya nikmati, sendirian, diam-diam. Dan ya, cerita selesai saat itu juga. Cerita yang saya bangun sendiri. Hingga akhirnya harus diakhiri sebab tidak mungkin bila cerit...

Utuh Hingga Tuju

Hampir dua tahun. Bukan perjalanan singkat, waktu yang padat, kebersamaan yang erat, cerita beribu bahagia dan derita. Terlalu banyak kenangan yang berhasil tercipta, begitu banyak mimpi yang telah terikrar. Lalu, apakah adil bila semua itu selesai begitu saja? Patah hati paling menyakitkan adalah kehilangan satu persatu sahabat. Mari kukenalkan dengan sahabat hebat dalam hidupku. I have three best friends, and they are perfect. Kami pernah berharap tidak akan memiliki masalah yang besar, namun seiring waktu berlalu, kami justru mendapat masalah yang begitu curam dan semakin rumit. Berkali-kali, seakan sudah menjadi hal wajib dalam hubungan kami. Hanya saja kami tidak semudah itu untuk hancur dan dihancurkan. Kami memang pernah hampir menyerah dengan keadaan ketika dilanda masalah. Tapi, Tuhan memberi kita jalan. Mimpi, tekad, kebersamaan kami lebih berharga dari apapun. Maka, keputusan terbaik bukanlah saling meninggalkan. --- adakala kita saling meninggalkan  zona nyaman ...

Kau Tahu Apa yang Abadi di Bumi

Tidak ada yang sempurna di bumi, tapi kita bisa memilih apa yang akan abadi di dunia ini. Entah apa yang direncanakan semesta untukku. Perasaanku kali ini tidak baik-baik saja. Bukan karena terluka. Tapi semenjak genggamnya kembali terasa, perasaan ini semakin tidak karuan. Tidak bisa dijelaskan bagaimana rasanya. Ada bahagia, pun ingin menangis. Dan tidak akan bisa dipungkiri, rasa nyaman selalu mampu membuat bahagia, rasa nyaman itu masih ada dan tetap terasa sama. Semesta, meskipun kau mengizinkan dan selalu membiarkan aku untuk mencintai sekali lagi. Aku tidak akan pernah kembali kepadanya, kau pun menolak bila aku melakukan itu, bukan? Biarkan saja perasaan ini menetap pada tempatnya, pada tempat yang berharga dalam hati. Akan kujaga tanpa harus kembali menyambung kisah. Pada suatu perjalanan, genggaman itu... kembali membuatku merasakan takut kehilangan. Namun, kali ini entah mengapa, rasa takut kehilangan itu semakin parah dari yang pernah aku rasakan sebelumnya. Semesta, ...

Same Heart

"Forcing the foot to walk away from the end of the story." "I want to get well and stop loving, because as for as i go we just turn at this point." --- Iya, kau benar, Kekasih. Sejauh apapun kita pergi, sekuat apapun kita mencoba merela, kita selalu kembali pada titik yang sama. Padahal, masing-masing sudah ingin lepas dari perasaan. Namun, entah apa yang membuat rasa ini tertahan dalam dada. Sebenarnya, aku pun lelah. Tidakkah kau juga lelah terombang-ambing dalam perasaanmu? Seperti tidak lagi memiliki arah, seperti terjebak dalam jalan buntu namun kita tidak boleh berbalik arah. Rumit, memang. Tidak ada persoalan yang mudah jika mengenai perasaan, tidak ada hal yang instan untuk ini. Apalagi jika kenangan mulai merenggut kesadaran. Kenangan yang pernah membuatku begitu mencintai kehidupan. Sayang, hanya sebatas memori yang tidak bisa lagi dijalani kembali. Aku mengerti, Semesta memiliki maksud untuk memisahkan dua pasang manusia: pilihan yang tidak tep...